MAKALAH
TRANSAKSI
DENGAN MENGGUNAKAN
VALUTA ASING
Diajukan Untuk memenuhi salah satu tugas pengantar akuntansi II
Di susun oleh :
Siti
Hamdiah 123342106
Siti
Nurlaelatul Badriyah 123342108
Nurheti
123342083
Neng Umnah
Sastya R 123342078
SEKOLAH TiNGGI LATANSA
MASHIRO (STIE) Manajemen B
Jl.Soekarno-Hatta Bay
Pass No.1 Rangkasbitung
Lebak-Banten
|
KATA PENGANTAR
Puji
syukur mari kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah senantiasa
mencurahkan rahmatnya dan karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
ini dengan baik.
Penyusun
makalah”TRANSAKSI DENGAN MENGGUNAKAN VALUTA ASING”ini di susun dalam rangka
memenuhi tugas mata kuliah pengantar akuntansi II semester 2 tahun akademik
2012/2013.
Kami
menyadari bahwa dalam makalah ini masih kurang sempurna, oleh karena itu
sebagai acuan agar lebih baik dalam hal penyusunan di masa yang akn datang kami
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun.
Selanjutnya
kami berharap makalah ini bermanfaat bagi penyusun khususnya dan pembaca pada
umumnya, dan semoga Allah memberikan hidayahnya kepada kita semua amiien.
Rangkasbitung, Maret 2013
Penyusun
|
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .......................................................................................... i
DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii
BAB 1 PENDAHULUAN .................................................................................... 1
1.1 Latar
Belakang ......................................................................................... 1
1.2 Rumusan
Masalah..................................................................................... 1
1.3 Tujuan
Penyusunan................................................................................... 1
1.4 Manfaat
Penyusunan ............................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................... 2
2.1 Pengertian
Transaksi Mata uang Asing..................................................... 2
2.2 Pengertian
Valuta Asing........................................................................... 5
2.3 Utang
Piutang Dengan Valuta Asing....................................................... 6
BAB III PENUTUP............................................................................................... 7
3.1 Kesimpulan............................................................................................... 7
3.2 Saran......................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA
|
ii
|
BAB1
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Integrasi
pasar keuangan domestik dengan pasar keuangan global yang berjalan cukup cepat
dewasa ini,memunculkan sejumlah tantangan dan risiko tersebut dengan memberikan
respon kebijakan nilai tukar yang antisipatif dan responsif sesuai dengan
perkembangan pasar valuta asing domestik.
Dalam
kerangka tersebut bank indonesia menerbitkan ketentuan mengenai sistem monitoring transaksi valuta
asing terhadap rupiah (sismontavar) yang pada dasarnya merupakan peneyempurnaan
mekanisme monitoring kegiatan dipasar valuta asing informasi transaksi valuta
asing antar bank diperoleh melalui suatu sistem.
Jaringan
online langkah kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi
positif terhadap tugas bank indonesia dalam rangka menjaga stabilitas moneter.
1.2
Rumusan Masalah
Adapun
masalah yang ingin dibahas pada makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Apa pengertian
transaksi mata uang asing?
2.
Apa pengertian valuta
asing?
3.
Bagaimana utang piutang
dengan valuta asing?
1.3.Tujuan Penyusunan
Tujuan
dari penyusunan makalah ini adalah:
1.
Menjelaskan pengertian
transaksi mata uang asing
2.
Menjelaskan pengertian
valuta asing
3.
Menjelaskan utang
piutang dengan valuta asing
1.4 Manfaat Penyusunan
Adapun manfaat penyusunan makalah ini
adalah agar pembaca dapat mengerti dan memahami pengertian transaksi mata uang
asing dan valuta asing dan mengerti bagaimana utang piutang dengan valuta
asing.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Transaksi Mata Uang Asing
Transaksi mata
uang asing adalah transaksi dimana nilai tukarnya dinyatakan dalam mata uang
selain mata uang fungsional suatu entitas.
Pada dasarnya
praktek pembukuan transaksi dalam valuta asing dapat dilaksanakan dengan dua
cara yaitu:
- Dual currency, system ini langsung membuku transaksi dengan functional currency.
- Multiple currency system, transaksi valuta asing dicatat untuk setiap valuta.
Untuk dua atau
lebih valuta asing harus dibuat perkiraan valuta, ini akan terjadi suatu
translasi satu mata uang ke mata uang yang lain ke perkiraan itu dapat
menimbulkan selisih kurs valas.
PSAK No. 10
untuk Transaksi Mata Uang Asing Dan Untuk Laporan keuangan Mata Uang Luar
Negeri. Untuk transaksi mata uang asing selaian kontrak berjangka, maka:
- Pada tanggal transaksi diakui, setiap aktiva, kewajiban, penerimaan, pengeluaran, keuntungan dan kerugian yang timbul dari transaksi tersebut harus dicatat dan dinilai dalam mata uang fungsional dari entitas yang melakukan pencatatan dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut.
- Pada setiap tanggal neraca, saldo yang dicatat dalam mata uang selain mata uang fungsional dari entitas yang melakukan pencatatan harus disesuaikan untuk mencerminkan kurs sekarang.
- Pos aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dilaporkan kedalam mata uang rupiah dengan menggunakan kurs tanggal neraca. Apabila ada kesulitan dalam
- menentukan kurs tanggal neraca maka dapat digunakan kurs tengah Bank Indonesia.
- Pos non-moneter tidak boleh dilaporkan dengan menggunakan kurs tanggal neraca tetapi tetap harus dilaporkan dengan menggunakan kurs tanggal transaksi.
- Pos non-moneter yang dinilai dengan nilai wajar dalam mata uang asing harus dilaporkan dengan menggunakan kurs yang berlaku pada saat nilai tersebut ditentukan.
Untuk tujuan
perpajakan, dalam mentranslasikan mata uang asing ke rupiah, wajib pajak dapat
memilih antara kurs tetap (sesuai dengan kurs pada saat terjadinya transaksi)
atau kurs menurut tanggal neraca. Dengan catatat metode ini dipakai secara
konsisten.
Contoh kasus:
PT Abuba di
Indonesia membeli barang dagangan dari perusahaan Kebangsaan Malaysia, pada
tanggal 1 Des. 2007 sebesar 10.000 Ringgit saat kurs spot Rp 770. Saat tutup
buku 31 Des 2007 kurs spot Rp 765, saat pelunasan hutang 30 Jan 2008 kurs spot
Rp 775. Pencatatan transaksi tersebut adalah:
1 Des 2007
Persediaan Rp
7.700.000
Hutang
dagang (ma)
Rp 7.700.000
31 Des 2007
Hutang
dagang (ma) Rp 50.000
Keuntungan
pertukaran mata
uang Rp 50.000
30 Jan 2008
Hutang
dagang (ma)
Rp 7.650.000
Kerugian
pertukaran mata
uan Rp 100.000
Kas Rp 7.750.000
Dalam praktek
pembayaran eksport dan impor dapat dilakukan dengan cara, yaitu sebagai
berikut:
- Pembayaran di muka (advance payment)
- Pembayaran kemudian (open account)
- Inkaso (collection basis)
- Letter of credite
- Konsinyasi (consignment basis)
- Barter dan tunai
Sesuai dengan
kondisi masing – masing, maka tiap pembayaran dapat menimbulkan rugi selisih
kurs pada saat yang berbeda. Dengan ketentuan yang berlaku, untuk tujuan
perpajakan perusahaan dapat melakukan pencatatan nilai uang itu dengan memlih
apakah berdasarkan:
- Nilai tukar akhir tahun, atau
- Nilai tukar neraca dengan syarat harus dilakukan secara taat asas.
Perbedaan cara
ini hanya terletak pada saat pengakuan rugi selisih kurs. Percatatan
berdasarkan nilai tukar tetap akan mengakui kerugian pada saat pelunasan utang
(sekali saja). Sementara itu, pencatatan berdasarkan nilai tukar neraca akan
mengakui kerugian karena selisih kurs pada setiap akhir tahun dan saat
pelunasan (secara berangsur-angsur).
a. Pembelian Aktiva Tetap
Pembayaran atas
perolehan aktiva tetap (dari luar negeri) dapat dilakukan secara tunai maupun
kredit. Pembayaran secara kredit dapat dilakukan dalam jangka pendek atau
jangka panjang. Pada umumnya, perubahan nilai tukar valuta asing di abaikan
pada pencatatan nilai yang dikapitalisasi dalam pembelian tunai aktiva tetap.
Penambahan aktiva tetap dan pengurangan kas dicatat sebesar nilai tukar pada
saat transaksi terjadi. Untuk pembelian dengan jangka panjang terdapat dua
pendekatan yaitu:
- Single perpective method
Dalam metode ini
menganggap aktiva tetap dan pembayarannya merupakan satu kesatuan transaksi
yang tidak terpisahkan. Perubahan nilai tukar valas sampai dengan pembayaran
utang dipertimbangkan sebagai koreksi terhadap nilai perolehan aktiva. Apabila
perusahaan memakai pembukuan dengan kurs tetap, beda kurs yang terjadi pada saat
pelunasan utang dikoreksi kepada nilai aktiva itu. Koreksi perubahan nilai
tukar terhadap harga perolehan aktiva dapat menimbulkan komplikasi pembukuan.
- Aual perspective method
Berlanjut pada
pembahasan pertama, untuk mengeliminasikan komplikasi itu, pendekatan kedua ini
memisahkan transaksi pembelian (aktiva) dengan pembayaran (utang). Perubahan
nilai tukar valas tidak dikoreksikan kepada aktiva tetap (dikapitalisasi) namun
dianggap sebagai rugi laba beda kurs pada saat pelunasan utang.
Contoh kasus:
Pada tahun 2008
PT.Brian membeli sebuah pesawat seharga Y 100.000 dari PT.Yuda Ltd. Tokyo
dengan nilai tukar RP 15.000 per Y1. Utang dilunasi pada 2011 dengan kurs Rp
18.000 per Y1. Kalau PT.Brian mengikuti pembukuan dengan kurs tetap, maka
percatatannya:
Tahun 2008
Aktiva
tetap
Rp 1.500.000
Uang PT.Yuda
Rp 1.500.000
Tahun 2011
Rugi Beda
kurs
Rp 300.000
Utang
PT.Yuda
Rp 1.500.000
Kas
Rp 1.800.000
Sebaliknya
apabila pembukuan utan dalam valuta asing berdasarkan nilai tukar neraca, rugi
beda kurs senilai Rp 300.000 akan diakui secara bertahap pada akhir tahun 2008,
2009, 2010, dan pada tahun 2011 saat pelunasan utang tersebut.
2.2 Pengertian
Valuta Asing
Valuta asing adalah jenis-jenis mata uang
asing yang di gunakan sebagai alat pembayaran di negara lain.Perbandingan nilai
valuta asing satu negara dengan negara lain di kenal dengan istilah kurs, nilai
tukar, atau exchange rate. Nilai tukar valuta asing menunjukan umlah mata uang
dalam negara yang di perlukan untuk memperoleh satu unit mata uang asing.
a.
Nilai kurs valuta asing
Nilai
kurs dipandang dari segi pedagang valuta asing terdiri atas kurs beli dan kurs
jual. Kurs beli adalah jumlah rupiah yang dibayarkan pedagang valuta asing
untuk memperoleh satu satuan mata uang asing. Kurs jual adalah jumlah rupiah
yang diperoleh apabila pedagang valuta asing menjual mata uang asingnya.
Penentuan nilai kurs sangat bergantung pada sistem kurs yang dianut suatu
negara. Jenis-jenis sistem kurs sebagai berikut.
1)
Sistem pasar bebas(kurs
bebas) apabila transaksi jual beli valuta asing berubah ubah sesuai perubahan
permintaan dan penawarannya.
2)
Sistem stabilitasi kurs
(kurs distabilkan) apabila nilai kurs berubah ubah dalam batas-batas yang kecil
karena ada kebijakan dari pemerintah.
3)
Sistem kurs tetap (kurs
tetap) apabila pemerintah menentukan nilai nilai kurs pada nilai tertentu.
b.
Faktor yang mempengaruhi perubahan kurs
Perubahan
kurs dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut.
1)
Perubahan harga
barang-barang ekspor dan impor.
2)
Kenaikan tingkat harga
umum didalam negeri.
3)
Perubahan cita rasa
atau selera masyarakat.
4)
Perubahan tigkat bunga
dan pengembalian investasi.
2.3
Utang Piutang Dengan Valuta Asing
Menurut Standar
Akuntansi Keuangan (1994) mengungkapkan penilaian utang piutang moneter valas
dengan nilai tukar pada tanggal neraca. Ketentuan itu berlaku baik untuk hak
dan kewajiban lancar maupun jangka panjang. Selisih nilai tukar yang terjadi
antar tiap tanggal neraca dihitung sebagai rugi laba beda kurs.
Selain kurs
tanggal neraca, untuk tujuan wajib pajak dapat melakukan pembukuan dengan kurs
tetap (dengan pengakuan rugi laba beda kurs pada saat pelunasan) konsistensi
merupakan persyaratan atas kedua teknik pembukuan itu. Jadi apabila perusahaan
untuk tujuan komerisal membukukan utang piutang valasnya dengan nilai tukar
pada tanggal neraca dengan pengakuan laba rugi selisih nilai tukar setiap akhir
tahun dan ketentuannya pada saat pelunasan. Hal itu bias diterima dengan tujuan
perpajakan.
Untuk tujuan
efesiensi dan kesederhanaan pelaksanaan pembukuan dan penghematan biaya serta
tenaga, perusahaan akan lebih memilih mencatat berdasarkan nilai tukar pada
akhir tahun yang dapat dipakai sekaligus untuk tujuan ganda, yaitu dalam
praktek akuntansi komersial dan perpajakan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Setelah penyusun menyelesaikan makalah
Akuntansi Transaksi dengan menggunakan valuta asing ini bertambah kembali
pemahaman yang lebih lanjut tentang materi,semoga ini dapat bermanfaat untuk
teman-teman dan penyusun dan dapat terus memacu kita untuk terus bertambah ilmu
lagi,karena semakin kita belajar semakin
kita tahu bahwa kita masih jauh dari orang yang berilmu dan lebih banyak tidak
tahunya.
Saran
Agar prosedur sistem transaksi dengan
valuta asing dapat berjalan dengan baik sesuai dengan prosedur yang telah
ditetapkan oleh perusahaan,maka penulis mencoba memberikan saran-saran yang
dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi pihak perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
Hall
Hill,1996,Transformasi Ekonomi Indonesia Sejak 1996,Sebuah studi kritis dan
komprehensip,Yogyakarta,Tiara Wicana
|
