Senin, 23 September 2013

Makalah Akuntansi

MAKALAH

TRANSAKSI DENGAN MENGGUNAKAN
 VALUTA ASING

Diajukan Untuk memenuhi salah satu tugas pengantar akuntansi II





Di susun oleh :
Siti Hamdiah                             123342106
Siti Nurlaelatul Badriyah           123342108
Nurheti                                       123342083
Neng Umnah Sastya R               123342078



SEKOLAH TiNGGI LATANSA MASHIRO (STIE) Manajemen B
Jl.Soekarno-Hatta Bay Pass No.1 Rangkasbitung
Lebak-Banten




 

KATA PENGANTAR


 
            Puji syukur mari kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah senantiasa mencurahkan rahmatnya dan karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
            Penyusun makalah”TRANSAKSI DENGAN MENGGUNAKAN VALUTA ASING”ini di susun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah pengantar akuntansi II semester 2 tahun akademik 2012/2013.
            Kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih kurang sempurna, oleh karena itu sebagai acuan agar lebih baik dalam hal penyusunan di masa yang akn datang kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun.
            Selanjutnya kami berharap makalah ini bermanfaat bagi penyusun khususnya dan pembaca pada umumnya, dan semoga Allah memberikan hidayahnya kepada kita semua amiien.




Rangkasbitung, Maret 2013

Penyusun










i
 

DAFTAR ISI





KATA PENGANTAR .......................................................................................... i
DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii

BAB 1 PENDAHULUAN .................................................................................... 1
1.1  Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2  Rumusan Masalah..................................................................................... 1
1.3  Tujuan Penyusunan................................................................................... 1
1.4  Manfaat Penyusunan ............................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................... 2
2.1  Pengertian Transaksi Mata uang Asing..................................................... 2
2.2  Pengertian Valuta Asing........................................................................... 5
2.3  Utang Piutang Dengan Valuta Asing....................................................... 6

BAB III PENUTUP............................................................................................... 7
3.1  Kesimpulan............................................................................................... 7
3.2  Saran......................................................................................................... 7


DAFTAR PUSTAKA

ii
 




BAB1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Integrasi pasar keuangan domestik dengan pasar keuangan global yang berjalan cukup cepat dewasa ini,memunculkan sejumlah tantangan dan risiko tersebut dengan memberikan respon kebijakan nilai tukar yang antisipatif dan responsif sesuai dengan perkembangan pasar valuta asing domestik.
Dalam kerangka tersebut bank indonesia menerbitkan ketentuan  mengenai sistem monitoring transaksi valuta asing terhadap rupiah (sismontavar) yang pada dasarnya merupakan peneyempurnaan mekanisme monitoring kegiatan dipasar valuta asing informasi transaksi valuta asing antar bank diperoleh melalui suatu sistem.
Jaringan online langkah kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap tugas bank indonesia dalam rangka menjaga stabilitas moneter.

1.2 Rumusan Masalah
Adapun masalah yang ingin dibahas pada makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Apa pengertian transaksi mata uang asing?
2.      Apa pengertian valuta asing?
3.      Bagaimana utang piutang dengan valuta asing?

1.3.Tujuan Penyusunan
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah:
1.      Menjelaskan pengertian transaksi mata uang asing
2.      Menjelaskan pengertian valuta asing
3.      Menjelaskan utang piutang dengan valuta asing

1.4 Manfaat Penyusunan
Adapun manfaat penyusunan makalah ini adalah agar pembaca dapat mengerti dan memahami pengertian transaksi mata uang asing dan valuta asing dan mengerti bagaimana utang piutang dengan valuta asing.

BAB II
PEMBAHASAN


2.1  Pengertian Transaksi Mata Uang Asing
Transaksi mata uang asing adalah transaksi dimana nilai tukarnya dinyatakan dalam mata uang selain mata uang fungsional suatu entitas.
Pada dasarnya praktek pembukuan transaksi dalam valuta asing dapat dilaksanakan dengan dua cara yaitu:
  1. Dual currency, system ini langsung membuku transaksi dengan functional currency.
  2. Multiple currency system, transaksi valuta asing dicatat untuk setiap valuta.
Untuk dua atau lebih valuta asing harus dibuat perkiraan valuta, ini akan terjadi suatu translasi satu mata uang ke mata uang yang lain ke perkiraan itu dapat menimbulkan selisih kurs valas.
PSAK No. 10 untuk Transaksi Mata Uang Asing Dan Untuk Laporan keuangan Mata Uang Luar Negeri. Untuk transaksi mata uang asing selaian kontrak berjangka, maka:
  1. Pada tanggal transaksi diakui, setiap aktiva, kewajiban, penerimaan, pengeluaran, keuntungan dan kerugian yang timbul dari transaksi tersebut harus dicatat dan dinilai dalam mata uang fungsional dari entitas yang melakukan pencatatan dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut.
  2. Pada setiap tanggal neraca, saldo yang dicatat dalam mata uang selain mata uang fungsional dari entitas yang melakukan pencatatan harus disesuaikan untuk mencerminkan kurs sekarang.
  3. Pos aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dilaporkan kedalam mata uang rupiah dengan menggunakan kurs tanggal neraca. Apabila ada kesulitan dalam
  4. menentukan kurs tanggal neraca maka dapat digunakan kurs tengah Bank Indonesia.
  5. Pos non-moneter tidak boleh dilaporkan dengan menggunakan kurs tanggal neraca tetapi tetap harus dilaporkan dengan menggunakan kurs tanggal transaksi.
  6. Pos non-moneter yang dinilai dengan nilai wajar dalam mata uang asing harus dilaporkan dengan menggunakan kurs yang berlaku pada saat nilai tersebut ditentukan.
Untuk tujuan perpajakan, dalam mentranslasikan mata uang asing ke rupiah, wajib pajak dapat memilih antara kurs tetap (sesuai dengan kurs pada saat terjadinya transaksi) atau kurs menurut tanggal neraca. Dengan catatat metode ini dipakai secara konsisten.
Contoh kasus:
PT Abuba di Indonesia membeli barang dagangan dari perusahaan Kebangsaan Malaysia, pada tanggal 1 Des. 2007 sebesar 10.000 Ringgit saat kurs spot Rp 770. Saat tutup buku 31 Des 2007 kurs spot Rp 765, saat pelunasan hutang 30 Jan 2008 kurs spot Rp 775. Pencatatan transaksi tersebut adalah:
1 Des 2007
Persediaan                                                 Rp       7.700.000
Hutang dagang (ma)                                       Rp             7.700.000
31 Des 2007
Hutang dagang (ma)                                 Rp       50.000
Keuntungan pertukaran mata uang           Rp       50.000
30 Jan 2008
Hutang dagang (ma)                                       Rp             7.650.000
Kerugian pertukaran mata uan                  Rp       100.000
Kas                                                            Rp       7.750.000
Dalam praktek pembayaran eksport dan impor dapat dilakukan dengan cara, yaitu sebagai berikut:
  1. Pembayaran di muka (advance payment)
  2. Pembayaran kemudian (open account)
  3. Inkaso (collection basis)
  4. Letter of credite
  5. Konsinyasi (consignment basis)
  6. Barter dan tunai
Sesuai dengan kondisi masing – masing, maka tiap pembayaran dapat menimbulkan rugi selisih kurs pada saat yang berbeda. Dengan ketentuan yang berlaku, untuk tujuan perpajakan perusahaan dapat melakukan pencatatan nilai uang itu dengan memlih apakah berdasarkan:
  1. Nilai tukar akhir tahun, atau
  2. Nilai tukar neraca dengan syarat harus dilakukan secara taat asas.
Perbedaan cara ini hanya terletak pada saat pengakuan rugi selisih kurs. Percatatan berdasarkan nilai tukar tetap akan mengakui kerugian pada saat pelunasan utang (sekali saja). Sementara itu, pencatatan berdasarkan nilai tukar neraca akan mengakui kerugian karena selisih kurs pada setiap akhir tahun dan saat pelunasan (secara berangsur-angsur).

a. Pembelian Aktiva Tetap
Pembayaran atas perolehan aktiva tetap (dari luar negeri) dapat dilakukan secara tunai maupun kredit. Pembayaran secara kredit dapat dilakukan dalam jangka pendek atau jangka panjang. Pada umumnya, perubahan nilai tukar valuta asing di abaikan pada pencatatan nilai yang dikapitalisasi dalam pembelian tunai aktiva tetap. Penambahan aktiva tetap dan pengurangan kas dicatat sebesar nilai tukar pada saat transaksi terjadi. Untuk pembelian dengan jangka panjang terdapat dua pendekatan yaitu:
  1. Single perpective method
Dalam metode ini menganggap aktiva tetap dan pembayarannya merupakan satu kesatuan transaksi yang tidak terpisahkan. Perubahan nilai tukar valas sampai dengan pembayaran utang dipertimbangkan sebagai koreksi terhadap nilai perolehan aktiva. Apabila perusahaan memakai pembukuan dengan kurs tetap, beda kurs yang terjadi pada saat pelunasan utang dikoreksi kepada nilai aktiva itu. Koreksi perubahan nilai tukar terhadap harga perolehan aktiva dapat menimbulkan komplikasi pembukuan.
  1. Aual perspective method
Berlanjut pada pembahasan pertama, untuk mengeliminasikan komplikasi itu, pendekatan kedua ini memisahkan transaksi pembelian (aktiva) dengan pembayaran (utang). Perubahan nilai tukar valas tidak dikoreksikan kepada aktiva tetap (dikapitalisasi) namun dianggap sebagai rugi laba beda kurs pada saat pelunasan utang.
Contoh kasus:
Pada tahun 2008 PT.Brian membeli sebuah pesawat seharga Y 100.000 dari PT.Yuda Ltd. Tokyo dengan nilai tukar RP 15.000 per Y1. Utang dilunasi pada 2011 dengan kurs Rp 18.000 per Y1. Kalau PT.Brian mengikuti pembukuan dengan kurs tetap, maka percatatannya:
Tahun 2008
Aktiva tetap                                         Rp 1.500.000
Uang PT.Yuda                                    Rp 1.500.000
Tahun 2011
Rugi Beda kurs                                   Rp    300.000
Utang PT.Yuda                                   Rp 1.500.000
Kas                                                      Rp 1.800.000
Sebaliknya apabila pembukuan utan dalam valuta asing berdasarkan nilai tukar neraca, rugi beda kurs senilai Rp 300.000 akan diakui secara bertahap pada akhir tahun 2008, 2009, 2010, dan pada tahun 2011 saat pelunasan utang tersebut.

2.2  Pengertian Valuta Asing
     Valuta asing adalah jenis-jenis mata uang asing yang di gunakan sebagai alat pembayaran di negara lain.Perbandingan nilai valuta asing satu negara dengan negara lain di kenal dengan istilah kurs, nilai tukar, atau exchange rate. Nilai tukar valuta asing menunjukan umlah mata uang dalam negara yang di perlukan untuk memperoleh satu unit mata uang asing.
a.       Nilai kurs valuta asing
Nilai kurs dipandang dari segi pedagang valuta asing terdiri atas kurs beli dan kurs jual. Kurs beli adalah jumlah rupiah yang dibayarkan pedagang valuta asing untuk memperoleh satu satuan mata uang asing. Kurs jual adalah jumlah rupiah yang diperoleh apabila pedagang valuta asing menjual mata uang asingnya. Penentuan nilai kurs sangat bergantung pada sistem kurs yang dianut suatu negara. Jenis-jenis sistem kurs sebagai berikut.
1)      Sistem pasar bebas(kurs bebas) apabila transaksi jual beli valuta asing berubah ubah sesuai perubahan permintaan dan penawarannya.
2)      Sistem stabilitasi kurs (kurs distabilkan) apabila nilai kurs berubah ubah dalam batas-batas yang kecil karena ada kebijakan dari pemerintah.
3)      Sistem kurs tetap (kurs tetap) apabila pemerintah menentukan nilai nilai kurs pada nilai tertentu.

b.       Faktor yang mempengaruhi perubahan kurs
Perubahan kurs dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut.
1)      Perubahan harga barang-barang ekspor dan impor.
2)      Kenaikan tingkat harga umum didalam negeri.
3)      Perubahan cita rasa atau selera masyarakat.
4)      Perubahan tigkat bunga dan pengembalian investasi.

2.3  Utang Piutang Dengan Valuta Asing
Menurut Standar Akuntansi Keuangan (1994) mengungkapkan penilaian utang piutang moneter valas dengan nilai tukar pada tanggal neraca. Ketentuan itu berlaku baik untuk hak dan kewajiban lancar maupun jangka panjang. Selisih nilai tukar yang terjadi antar tiap tanggal neraca dihitung sebagai rugi laba beda kurs.
Selain kurs tanggal neraca, untuk tujuan wajib pajak dapat melakukan pembukuan dengan kurs tetap (dengan pengakuan rugi laba beda kurs pada saat pelunasan) konsistensi merupakan persyaratan atas kedua teknik pembukuan itu. Jadi apabila perusahaan untuk tujuan komerisal membukukan utang piutang valasnya dengan nilai tukar pada tanggal neraca dengan pengakuan laba rugi selisih nilai tukar setiap akhir tahun dan ketentuannya pada saat pelunasan. Hal itu bias diterima dengan tujuan perpajakan.
Untuk tujuan efesiensi dan kesederhanaan pelaksanaan pembukuan dan penghematan biaya serta tenaga, perusahaan akan lebih memilih mencatat berdasarkan nilai tukar pada akhir tahun yang dapat dipakai sekaligus untuk tujuan ganda, yaitu dalam praktek akuntansi komersial dan perpajakan.


BAB III
PENUTUP

            Kesimpulan
Setelah penyusun menyelesaikan makalah Akuntansi Transaksi dengan menggunakan valuta asing ini bertambah kembali pemahaman yang lebih lanjut tentang materi,semoga ini dapat bermanfaat untuk teman-teman dan penyusun dan dapat terus memacu kita untuk terus bertambah ilmu lagi,karena  semakin kita belajar semakin kita tahu bahwa kita masih jauh dari orang yang berilmu dan lebih banyak tidak tahunya.

            Saran
Agar prosedur sistem transaksi dengan valuta asing dapat berjalan dengan baik sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan,maka penulis mencoba memberikan saran-saran yang dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi pihak perusahaan.


 

                                                                          

DAFTAR PUSTAKA


Hall Hill,1996,Transformasi Ekonomi Indonesia Sejak 1996,Sebuah studi kritis dan komprehensip,Yogyakarta,Tiara Wicana



 



.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar